Yesus bersabda dalam Injil bahwa penyelamatan akan di dasarkan pada
Yesus bersabda dalam Injil bahwa penyelamatan akan di dasarkan pada perilaku seseorang bukan pada penebusan dosa sebagaimana tertulis lihat
;[Matius [ 16]:27] Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
;[Matius [ 16]:27] Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
Injil [Matius5:18]Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
Seperti ditulis dalam Al-Qur’an[QS .An Najm:53.38] (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.
Seperti yang umat Kristen pahami sendiri bahwa surat Santo Paulus mengatakan bahwa hukum agama adalah kutukan, Artinya dalam hal ini inti sari dari hukum agama mewujud dalam diri Yesus Kristus dan merupakan suatu kebodohan meninggalkan intisari untuk mengejar kulitnya ( intinya Tauhid dan lari dari tauhid karena penebusa dosa?) bahwa Santo Paulus menganggap Yesus adalah jiwa dan hukum agama adalah kutukan, seperti yang dimaksud St Paulus bahwa Perjanjian lama berhubugan dengan hukum agama karena itu ‘tidak membunuh, tidak berzina, juga merupakan kutukan” umat Kristen patuh pada hukum agama dalam Perjanjian lama, bahwa melakukan perbuatan berzina, mencuri,durhaka, adalah dosa, kalau alasannya penyelamatan tak dapat diperoleh semata-mata karena mengikuti Perjanjian lama tanpa penebusan dosa. Maka Nabi Musa, Daud, Sulaiman, Yusuf, Nuh dan nabi-nabi lainnya pasti tidak ikut diselamatkan, karena makna dari penyelamatan adalah mengikuti hukum agama? Maka jamaah mereka pun pasti tidak ikut terselamatkan.
Seperti yang umat Kristen pahami sendiri bahwa surat Santo Paulus mengatakan bahwa hukum agama adalah kutukan, Artinya dalam hal ini inti sari dari hukum agama mewujud dalam diri Yesus Kristus dan merupakan suatu kebodohan meninggalkan intisari untuk mengejar kulitnya ( intinya Tauhid dan lari dari tauhid karena penebusa dosa?) bahwa Santo Paulus menganggap Yesus adalah jiwa dan hukum agama adalah kutukan, seperti yang dimaksud St Paulus bahwa Perjanjian lama berhubugan dengan hukum agama karena itu ‘tidak membunuh, tidak berzina, juga merupakan kutukan” umat Kristen patuh pada hukum agama dalam Perjanjian lama, bahwa melakukan perbuatan berzina, mencuri,durhaka, adalah dosa, kalau alasannya penyelamatan tak dapat diperoleh semata-mata karena mengikuti Perjanjian lama tanpa penebusan dosa. Maka Nabi Musa, Daud, Sulaiman, Yusuf, Nuh dan nabi-nabi lainnya pasti tidak ikut diselamatkan, karena makna dari penyelamatan adalah mengikuti hukum agama? Maka jamaah mereka pun pasti tidak ikut terselamatkan.
Seorang pendeta tersohor mengatakan “Bahwa sebelum Kedatangan Kristus satu-satunya jalan penyelamatan ialah mengikuti hukum agama, tapi penebusan dosa oleh Kristus mengubah hal tersebut. Kini satu-satunya penyelamatan hanyalah penebusan dosa.
Yang perlu dicatat umat Kristen, umat ini menolak apa yang dikatakan Santo Paulus tentang hukum agama. Kemudian umat Kristen menolak bahwa hukum agama sebagai dasar dari penyelamatan. Dan mereka kembali beralasan bahwa ini misteri agama, ini yang pantas diragukan.
kita lihat saja apa mereka bisa memahami agama misteri ini, bagi mereka adalah ketuhanan Kristus dan penebusan dosa Karena Yesus Kristus bebas dari dosa dan perwujudan dari Tuhan, yang karena kasih dan kemurahannya menderita di kayu salib demi menyelamatkan umat manusia.
Pertanyaannya :
Maka ketika hukum agama dianggap sebagai kutukan, dan Yesus diturunkan kebumi untuk membebaskan kutukan itu maka pencuri, pezina,orang yg durhaka terhadap orang tua, akan diperbolehkan dalam ajaran keristen,meskipun para keristenpun percaya bahwa orang-orang tersebut diperbolehkan dalam ajaran keristen. Perjanjian Lama merupakan hukum agama, yang melarang mencuri, berzina, durhaka dsb, seterusnya, tapi jika seluruh hukum agama merupakan kutukan, akan merupakan kutukan juga mematuhi semua perintah agama karena semua yang namanya perintah agama juga merupakan HUKUM AGAMA jika yang dikatakan St Paulus benar ummat keristen boleh saja mencuri, berzina dan boleh melakukan perbuatan dosa lainnya" Nauzubillah.
Seperti kisah para biarawati dan para rahib bahwa ini adalah suatu agak rahasia. dalam agama Kristen meninggalkan kehidupan dunia adalah hal yang sangat di tekankan, untuk mendapatkan penyelamatan mereka hidup menderita padahal ini sangat bertentangan dengan fitrah manusia mempunyai nafsu begitukah Tuhan.? Mereka mengikuti teladan Perawan Maria dengan hidup tanpa menikah, tapi mereka tak dapat menjaga kesucian hidup mereka, kehidupan para rahib dan pemimpin agama sangat korup. Kesucian biarawati seringkali hilang, karena adanya system penebusan dosa, pada saat demikian itu para biarawati banyak terlibat dalam kejatuhan moral seperti itu. Ini jelas sangat bertentangan dengan hukum alam dan hukum Tuhan.
Alasan kuat bahwa agama Kristen adalah palsu, ialah ia memerintahkan untuk melakukan perintah yang bertentangan dengan hal yang alamiah yang tak mungki di ikuti semua penganut agamanya.
Karena itu Muhammad menyatakan “bahwa tidak ada prilaku meninggalkan kehidupan dunia dan islam. Nabi juga bersabda: nikah itu adalah sunnahku, maka siapa yang tidak suka beramal dengan sunnahku maka tidaklah ia termasuk golonganku”ia bukanlah termasuk golonganku” Al-Qur’an juga menyatakan: [ Qs Al Hadiid[57].27] Kemudian Kami iringkan di belakang mereka rasul-rasul Kami dan Kami iringkan (pula) Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.”
kita lihat saja apa mereka bisa memahami agama misteri ini, bagi mereka adalah ketuhanan Kristus dan penebusan dosa Karena Yesus Kristus bebas dari dosa dan perwujudan dari Tuhan, yang karena kasih dan kemurahannya menderita di kayu salib demi menyelamatkan umat manusia.
Pertanyaannya :
Maka ketika hukum agama dianggap sebagai kutukan, dan Yesus diturunkan kebumi untuk membebaskan kutukan itu maka pencuri, pezina,orang yg durhaka terhadap orang tua, akan diperbolehkan dalam ajaran keristen,meskipun para keristenpun percaya bahwa orang-orang tersebut diperbolehkan dalam ajaran keristen. Perjanjian Lama merupakan hukum agama, yang melarang mencuri, berzina, durhaka dsb, seterusnya, tapi jika seluruh hukum agama merupakan kutukan, akan merupakan kutukan juga mematuhi semua perintah agama karena semua yang namanya perintah agama juga merupakan HUKUM AGAMA jika yang dikatakan St Paulus benar ummat keristen boleh saja mencuri, berzina dan boleh melakukan perbuatan dosa lainnya" Nauzubillah.
Seperti kisah para biarawati dan para rahib bahwa ini adalah suatu agak rahasia. dalam agama Kristen meninggalkan kehidupan dunia adalah hal yang sangat di tekankan, untuk mendapatkan penyelamatan mereka hidup menderita padahal ini sangat bertentangan dengan fitrah manusia mempunyai nafsu begitukah Tuhan.? Mereka mengikuti teladan Perawan Maria dengan hidup tanpa menikah, tapi mereka tak dapat menjaga kesucian hidup mereka, kehidupan para rahib dan pemimpin agama sangat korup. Kesucian biarawati seringkali hilang, karena adanya system penebusan dosa, pada saat demikian itu para biarawati banyak terlibat dalam kejatuhan moral seperti itu. Ini jelas sangat bertentangan dengan hukum alam dan hukum Tuhan.
Alasan kuat bahwa agama Kristen adalah palsu, ialah ia memerintahkan untuk melakukan perintah yang bertentangan dengan hal yang alamiah yang tak mungki di ikuti semua penganut agamanya.
Karena itu Muhammad menyatakan “bahwa tidak ada prilaku meninggalkan kehidupan dunia dan islam. Nabi juga bersabda: nikah itu adalah sunnahku, maka siapa yang tidak suka beramal dengan sunnahku maka tidaklah ia termasuk golonganku”ia bukanlah termasuk golonganku” Al-Qur’an juga menyatakan: [ Qs Al Hadiid[57].27] Kemudian Kami iringkan di belakang mereka rasul-rasul Kami dan Kami iringkan (pula) Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.”
Ket: rahbaniyyah (tidak beristri atau tidak bersuami)
Bahkan para sejarawan Eropa pun memberikan kesaksian, ketika sebuah septik tank sebuah sekolah biarawati di kuras, ditemukan ratusan tengkorak bayi , yang rupanya dibuang kesan untuk menutupi perzinaan mereka. Sumber dikutip dari buku Laskiyang berjudul, “History of Civilization of Europe, vol.2”
Sebenarnya akar dari kebejatan moral itu bertumpu pada dokrtin penebusan dosa, yang seperti memberi izin bagi orang Kristen untuk melakukan dosa.
Keunggulan dan kebenaran Islam juga terwujud dalam fakta bahwa penyelamatan hanya dapat di peroleh dengan perbuatan baik, bukan dengan penebusan dosa, lebih jauh ‘barang siapa berbuat baik , walau hanya biji zarah, pasti akan terlihat, pasti akan mendapat pahala, sebaliknya, barang siapa berbuat kejahatan, walau hanya sebesar biji zarah, pasti akan menuai akibatnya’ Jadi Islam dengan tegas menolak doktrin penebusan. Doktrin penebusan dosa mendorong orag Kristen untuk berbuat dosa dan melakukan segala bentuk dosa dalam kehidupannya.
Jika semua nabi dianggap berdosa , lantas siapa yang mengajak orang menjauhi dosa ? Apa hak mereka mengajak orang menjauhi dosa , toh mereka juga berdosa.
Komentar
Posting Komentar
harap isi komentarnya