Islam dan Kristen dapat di uji dengan menggunakan ajaran dasar mereka. Ajaran mana yang paling baik, itulah agama yang benar
Antara “Cinta Kasih" dan “Tauhid,”
Islam dan Kristen dapat di uji dengan menggunakan ajaran dasar mereka. Ajaran mana yang paling baik, itulah agama yang benar."Inti dari Ajaran agama Kristen bisa diringkaskan dalam satu kata yang mencakup keseluruhan ajarannya adalah CINTA, sementara inti dari ajaran Islam dengan bangga saya katakan, Islam juga bisa diringkaskan dalam satu kata yang mencakup keseluruhan ajarannya. Esensi ajaran islam itu adalah TAUHID, karena sejatinya cinta kasih bermula dari Tauhid, sebaliknya menerima cinta kasih sebagai ajaran dasar keristen berarti penyangkalan terhadap doktrin tauhid, banyak keristen mengatakan bahwa cinta adalah kata mutiara kitab injil mereka, menurut saya cinta adalah tak ada artinya kecuali ada ukuran bagaimana cinta di wujudkan dalam ukuran yang pasti karena cinta adalah merupakan kata lain dari pengorbanan hidup dan harta benda seperti dalam firman Allah dalam Al-Qur’an :
(Qs-3:32) Katakanlah: "Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir".
Ayat ini cukup memberikan batasan apa yang dimaksud Cinta, yang dapat membedakan mana Cinta palsu dan yang mana Cinta sejati, tapi dalam agama Kristen tak ada kriteria Cinta seperti itu, seorang penipu dengan bangga mengatakan dia mencintai Tuhan. Kami ingin semua hal bisa dipahami dengan baik, agar kita bisa sampai pada suatu kesimpulan segera. Akan tetapi , Jika Al-Qur’an juga menyebut Tuhan dengan sebutan BAPA, dimanakah kedudukan Cinta sebenarnya ? ummat keristen bisa mengatakan bahwa bukti ke Cintaan Tuhan kepada manusia sehingga ia mengorbankan anaknya Yesus untuk menebus dosa ummat manusia, Sebenarnya pernyataan ini sendiri telah menyangkal pendapat mereka umat Kristen, kenapa? Karena Cinta sang Bapa telah mengorbankan anaknya yang tak berdosa demi menebus dosa ummat manusia, aneh Cinta sang Bapak diungkapkan dengan membunuh sang anak yang tak berdosa. Dan kenapa Tuhan tidak menciptakan orang lain yang tak berdosa untuk menggantikan posisi anaknya Yesus sebagai penebus dosa ummat manusia. ?
Komentar
Posting Komentar
harap isi komentarnya