Manakah lebih unggul Antara Ampunan dan Keadilan?


Dalam ajaran Kristen Ampunan sepertinya hal yang paling di jadikan sebuah juru selamat iman Kristen, yang mana dalam ajaran Islam sangat menolak keras hal ampunan atau penebusan dosa, Islam lebih mengutamakan keadilan dimana kedua-duanya bisa unggul ditempat masing-masing dan jika berada ditempat salah bisa sangat lemah. Bedanya jika orang yang bersalah di maafkan, dengan anggapan dia akan memperbaiki dirinya, maka akan timbul kekhawatiran baru, yaitu, orang-orang yang bersalah akan semakain berani melakukan kesalahan. Toh ia akan dimaafkan. Cara tersebut bersifat Kriminal dan tidak memenuhi rasa keadilan. Sedangkan hukum dalam Islam Al-Qur’an  mencakup Keadilan dan Ampunan. Sebagaimana dikatakan mengenai hukum Keadilan

[QS- [42].20] Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagian pun di akhirat

 
Di bagian lain dikatakan jika seseorang berhutang kepadamu dan ia telah berusaha  sekuat tenaga untuk membayar hutang, maka berilah kelonggaran padanya agar ia bisa membayarnya, tapi, jika engkau melepaskannya, hal itu berarti lebih baik bagimu
.[QS. [2.280] Dan jika (orang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. 
Jika Injil beralasan masalah ayat dalam Injil dikatakan Keunggulan mengenai ayat tentang  
[Matius- 5:39]Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
Ini bukan bukti keunggulan, tapi kelemahan! Bayangkan, jika  tiap  pelaku kejahatan di maafkan, maka kejahatan akan merajalela di Dunia, dan ketertiban Dunia seketika akan rusak. Tapi Al-Qur’an membolehkan keduanya, memaafkan dan melakukan pembalasan, dengan syarat dilakukan ditempat yang semestinya.
Selain itu ajaran Kristen dalam diri manusia? juga menggadaikan manusia layaknya Tuhan. Mengapa Tuhan menciptakan amarah  dalam diri manusia? Apakah sifat amarah tersebut di ciptakan tanpa tujuan?
Sebaliknya, Al-Qur’an mengajarkan masing-masing sifat secara Profersional. Misalnya, marah, memaafkan, dan sebagainya. Islam tidak memperkenankan sifat-sifat tersebut mati,  jika Kristen mengatakan Tuhannya tidak pernah berperang melawan siapapun, tetapi memaaafkan musuh-musuhnya, dan dengan sabar menanggung penindasan mereka.  Sementara itu mereka mengatakan nabi Muhammad membalas semua musuh-musuhnya, dan tak pernah memaafkan,  mengatakan bukti dalam Injil yang mana Tuhannya meminpin penyelamatan.
Jika  Kesabaran , sikap pemaaf, keteguhan hati, keberanian dan sebagainya adalah sifat baik yang telah di kenal orang,  walau cuma sedikit yang tahu arti pentingnya sifat-sifat tersebut. Setiap kualitas moral baik atau buruk, tergantung penggunaanya dan dimana ia digunakan, kalau tidak olah kesabaran, maka sifat pemaaf tidak ada gunanya, sikap pemaaf  punya nilai yang tinggi jika orang tersebut punya kemampuan untuk membalasnya, tetapi tidak digunakannya sebaliknya, untuk orang yang lemah, yang tidak punya kemampuan membalasnya,  maka sifat pemaaf baginya bukan  suatu Keunggulan, melainkan dia tak mampu membalskan sehingga ia terpaksa memaafkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saudara tahu bahwa Kristus lahir dari rahim perawan maria.

Yesus adalah Hamba Allah

Bukti Kebenaran Kitab "Menurut Kristen, Taurat adalah hukum, dan Injil