Tentang kebenaran Al-Kitab
Apakah Injil tersebut memang dikumpulkan murid-murid Yesus atau oleh-orang-orang kafir yang menuliskannya atas nama nurid-murid Yesus, bahkan orang-orang keristen sendiri tidak bersepakat bahwa murid-murid Yesus yang mengumpulkan Injil-injil itu. Karena itulah Al-qur’an tidak mempercayai Injil yang ada sekarang. Al-qur’an hanya menguji Injil yang langsung diwahyukan Tuhan kepada Yesus, sebagaimana dituliskan : (QS Al Hadiid [57]:27)Kemudian Kami iringkan di belakang mereka rasul-rasul Kami dan Kami iringkan (pula) Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.” Dan Al-qur’an juga mengatakan, mengutip perkataan Yesus (QS Maryam [19]:30)”Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.” [QS.18.110] Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya".
Nah jelas Al-qur’an mengatakan bahwa Injil diturunkan langsung pada Yesus sedangkan ummat keristen bilang bahwa injil dikumpulkan dan ditulis ulang oleh murid-murid Yesus.
Karena orang Kristen tidak mempuyai Injil dan Taurat yang asli, mengapa Al-Qur’an menyebutkannya [Qs Al Maa-idah [5].48] Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, Injil dan Taurat disebutkan dalam Al-Qur’an, karena itu kaum muslimin harus menerima keduanya, Pertanyaanya, Mengapa kaum muslimin tidak mempercayai ke dua-duanya? Jawabannya, Karena orang Kristen tidak Mempunyai Injil dan Taurat yang asli, sehingga kami kaum muslim, menolak untuk memercayainya. Lalu, jika Taurat dan Injil tersebut tidak ada yang asli, bukan yang dipalsukan. Tapi orang Kristen meng Klaim bahwa Taurat dan Injil mereka sekarang inilah yang dirujuk Al-Qur’an. Jawabannya Apakah Al-Qur’an pernah menegaskan kebenaran ke dua kitab tersebut atau menunjuk kepalsuannya? Al-Qur’an mengatakan Allah menciptakan bumi, dan tidak pernah merasa lelah dalam menciptakan ke dua-duanya[Kejadian[2]:2-3] Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu…2:3Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. Siapapun Tahu, istirahat hanya dilalkukan oleh pihak yang kelelahan, Maka melalaui ayat tersebut dapat dikatakan bahwa Taurat membukikan bahwa Tuhan letih. Nah pada akhirnya Anda dapat menyimpulkan sendiri, apakah Al-Qur’an membenarkan kedua kitab yang ada sekarang atau menyangkalnya?
Selanjutnya, marilah kita melihat keempat Injil yang sekarang ini, disitu dikatakan Yesus Kristus mati ditiang salib, tapi Al-Qur’an mengatakan, orang orang Yahudi tidak menyalibkan atau membunuh Kristus. Kemudian injil mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, sementara Al-Qur’an mengatakan : [Qs Al Maa’idah [5].72] Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun. Maka biarlah orang umat Kristen mengambil keputusan sendiri, apakah Al-Qur’an menegaskan atau menolak kitab mereka. Maka Al-Qur’an tidaklah membenarkan isi injil dan Taurat yang ada sekarang ini, melainkan menolaknya dengan tegas. Lebih jelasnya, ada baiknya jika tahu mengenaiprisip-prinsip umum dalam Al-Qur’an, dimana semua kitab suci bisa terdeteksi kebenarannya, seolah-olah Qur’an sebagai batu ujian. Dikatakan bahwa [Qs An Nisaa [4].82] Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an? Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. Hal tersebut berarti, selain Al-Qur,an, tidak ada kitab suci lain yang terbebas dari kontradiksi. Mengapa? Sebab setiap orang tak terbebas dari kesalahan dan kekeliruan. Jadi, meskipun kitab itu ditulis dengan sangat hati-hati, tetap saja akan meninggalkan beberapa kontradiksi. Dengarlah! Wahai para non muslim, sebuah kitab suci yang di dalamnya terdapat kontradiksi, pastilah bukan berasal dari Allah. Nah, apakah ada yang berani membantah prinsip ini?”
Ada begitu bayak ayat kontaradiksi didalam kitab Injil hingga membuat bingung siapapun yang membaca. Untuk itu, marilah kita tes kesahihan Injil dengan prinsip ini. . Sekarang akan dipaparkan bukti-bukti lainnya : 2 Samuel 24 :9 bahwa ada 800.000 orang Israel dan 500.000 orang Yahudi yang mengangkat pedang. Sebaliknya dalm 1 Tarawikh 21:5 disebutkan, ada 1,100.000 orang Israel dan 470.000 Yahudi. Angka manakah yang benar menurut anda? Tentu saja salah satu ri keduanya. Benar bukan? Kitab suci yang menyebutkan angka yang salah, pastilah bukan berasal dari Tuhan. Dari hal tersebut hendaknya umat Kristen bisa memahami bahwa persoalan yang paling mendasar dalam masalah ini adalah tidaklah mudah menentukan pernyataan mana yang benar, dan mana pula yang salah, baik dalam Injil maupun Taurat, keduanya sangat meragukan. Sekaran lebih jauh lagi. Disebutkan Taurat, raja Yahubakim baru berusia delapan tahun ketika dinobatkan sebagai raja. Hal ini seolah-olah penobatan tersebut merupakan sebuah mukjizat, hingga pada saat yang sama ia bisa berusia delapan dan delapan belas tahun. Nah,dengan banyaknya kontradiksi tersebut, dapatkah orang mengatakan bahwa Taurat dan Mazmur adalah wahyu Tuhan? Dapatkah ketidak akuran itu dihubungkan dengan Tuhan? Juga di [2 samuel 23:8] Inilah nama para pahlawan yang mengiringi Daud: Isybaal, orang Hakhmoni, kepala triwira; ia mengayunkan tombaknya melawan delapan ratus orang yang tertikam mati dalam satu pertempuran.
Sementara itu dalam [1 Tarawikh 11:11] Inilah daftar para pahlawan yang mengiringi Daud: Yasobam bin Hakhmoni, kepala triwira; ia mengayunkan tombaknya melawan tiga ratus orang yang tertikam mati dalam satu pertempuran.
[1 Raja-raja 4:26] Lagipula Salomo mempunyai kuda EMPAT PULUH RIBU kandang untuk kereta-keretanya dan dua belas ribu orang berkuda. Sementar itu, dalam
[2 Tarawikh2:25] Salomo mempunyai juga empat ribu kandang untuk kuda-kudanya dan kereta-keretanya dan dua belas ribu orang berkuda, yang ditempatkan dalam kota-kota kereta dan dekat raja di Yerusalem.
Ada lagi fakta menarik, Dalam [2 Samuel 10:18] tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari orang Aram itu TUJUH RATUS EKOR KUDA kereta dan empat puluh ribu orang pasukan berkuda. Sobakh, panglima tentara mereka, dilukainya sedemikian, hingga ia mati di sana.
Sementara itu, dalam [1 Tarawikh 19:18] tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari orang Aram itu tujuh ribu ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang pasukan berjalan kaki; juga Sofakh, panglima tentara itu, dibunuhnya. Oleh orang Kristen, kedua kitab tersebut dipercaya sebagai wahyu Tuhan, Tapi jika mereka mau membuka mata dan hati mereka yang sengaja ditutup, jelas-jelas kedua kitab itu adalah rekayasa manusia dan ciptaan setan. Kesadaran cinta oleh orang-orang yang tak beriman, sehingga mereka tak melihat, meski punya mata. Tidak mendengar, meski punya telinga. Semoga Allah memberi petunjuk.
Dari keempat Injil yang ada, keadaan semuanya jauh lebih buruk. Pertama, Injil-Injil tersebut ditulis dalam bahasa yang berbeda. Injil yang di anggap sebagai kitab yang diwahyukan tuhan pada masa lalu, saat ini diragukan kesahihannya, meski Injil inilah yang sekarang dipakai. Seolah-olah, Injil hanyalah buku sekolah yang bisa diubah sesuai keadaan. Selain itu, terdapat pula Injil yang berbeda, yang digunakan pada saat yang sama. Misalnya, Injil Gereja wilayah Timur, injil Gereja wilayah Barat, dan sebagainya. Konsili diadakan pada waktu yang berbeda, dan Injil yang berbeda tersebut dipilih seolah-olah merupakan wahyu Tuhan, dankeputusan akhir tergantung pada gereja.
Selanjutnya dalam Injil [Matius :27:5]Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri ……..
[Kisah Rasul-rasul 1:8]…. -Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar. Meski berkisah tentag Yudas, tetapi kedua kisah yang berasal dari dua Injil yag berbeda, itu jelas tidk bisa dikatakan sama. Padahal menurut orang Kristen, kedua Injil tersebut diwahyukan melalui Roh Kudus. Nah sekarang Kristen tentunya bisa memilih, apakah akan menganggap Roh Kudus pembohong dan penipu, atau menolak pewahyuan Injil tersebut? Jika kami jawab sendiri tentu, maka akan kami katakana bahwa daripada meuduh Roh Kudus sebagai pembohong dan penipu, lebih baik kami nyatakan bahwasemua Injil yang ada sekarang ini adalah palsu.
Begitulah, salah satu dari sekian kontradiksi yang ada di dalam dua Injil yang berbeda . Namun, dalam membuka kesadaran umat Kristen, sekarang kita akan melihat kontradiksi yang terdapat dalam Injil yang sama. Atau mungkin umat Kristen banyak yang pernah mendengar bahwa Santo Paulus, yang menciptakan doktrin Trinitas, membuat semua orang Kristen bersalah karena menyekutukan Tuhan. Kisah percakapannya tentang Kristenitas disebutkan di tiga tempat dalam The Book of Acts, dan tiga-tiganyaberbeda. Jika dipikir betapa anehnya Roh Kudus mampu berbohong di tiga tempat, pada kitab yang sama, dan tentang peristiwa yang sama pula.
Dalam Injil dikisahkan bahwa Santo Paulus akan pergi kesuatu tempat (dalam Injil yang dimaksud tempat itu Damsyik) bersama sahabatnya. Di saat itulah, ia tiba-tiba melihat cahaya di langit dan mendengar suara yang menyebabkannya terjatuh, sementara sahabatnya tetap berdiri. Si sahabat hanya mendengar suara tersebut, tapi tidak melihat apa-apa [Kisah rasul-Rasul 9:7] Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang MENDENGAR suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun.Sementara itu, dalam Injil yang sama, dikisahkan bahwa mereka melihat cahaya, tapi tak mendengar apa-apa
[KisahRasul-Rasul .22:9]Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, TIDAK MEREKA DENGAR. Satu lagi masih dalam Injil yang sama, dikisahkan bahwa Santo Paulus dan semua sahabatnya terjatuh di tanah
[Kisah Rasul-Rasul.26:14] Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang.
Injil [Lukas 21:16-18] 21:16Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh
Lukas 21:17dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.
Lukas 21:18Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang
Di bunuh mati kok tak berbekas?
Sepengetahuanku tak seorangpun umat Kristen yang berani mengatakan,’inilah yang benar,’ dan yang lain merupakan kekeliruan si penyalin. Tapi jika kekeliruan si penyalin pun tak bisa ditentukan dengan pasti, maka penjelasan dan jawaban mengenai hal ini adalah omong kosong belaka.
Komentar
Posting Komentar
harap isi komentarnya