Islam dan Kristen dapat di uji dengan menggunakan ajaran dasar mereka.
Ajaran mana yang paling baik, itulah agama yang benar.
Inti Ajaran dasar agama Kristen jika dipadatkan adalah “CINTA” dan Ajaran dasar agama ISLAM jika dipadatkan adalah Ajaran dasar agamanya ialah TAUHID. Dan antara esensi ajaran Kristen dengan sebutan BAPA, sedangkan esensi ajaran Islam adalah TAUHID yang mencakup keseluhan ajarannya. Dengan Tauhid bukan berarti mangeluarkan Cinta. Karena sejatinya Cinta bermula dari Tauhid. Jika Tauhid tidak di terima selengkapnya dengan Cinta ,betapa tak bermaknanya kata tersebut. Menerima Cinta sebagai ajaran dasar berarti penyangkalan terhadap doktrin Tauhid, atau tidak menerimanya sebagai inti agama. Persoalannya, Tauhid bermula dari cinta dan bukan Cinta bermula dari Tauhid. Tapi jika Tauhid datang dari Cinta, maka Cinta adalah kata tak bermakna. Karena Tauhid akan menghilangkan Cinta Allah. Semata-mata Cinta Kristen adalah palsu, Jika Cinta tak ada dalam islam, sama artinya Cinta tak ada sama sekali di Dunia.. Yang benar adalah tak ada secercah Cintapun dalam agama Kristen. Cinta adalah omong kosong belaka karena tak ada parameter dan bukti nyata. Jika Cinta memang kata mutiara dalam kitab Injil, Tuhan adalah cinta, bukankah itu bukti nyata? Oh, itu tidak ada artinya selain kata-kata semata cinta bisa di wujudkan dalam ukuran yang pasti. Tanpa itu makna cinta apapun tak bisa diterima.
Cinta tidak bisa di ibaratkan antara BAPA dengan anaknya. Sebagian dari mereka mengatakan bahwa Kristen menyebut Tuhan dengan sebutan “BAPA” karena seorang ayah pasti men Cintai anaknya. Ini keliru karena Cinta adalah pengorbanan harta dan hidup, demikianlah yang bisa dikatakan Cinta sejati, karena itu islam menetukan kepatuhan dan pelayanan merupakan inti daripada Cinta, artinya Cinta merupakan kata lain dari pengorbanan. Yakni mengorbankan hidup dan harta bendanya seperti di katakana Al-Qur’an
: [QS Ali’Imran [3.]32] Katakanlah: "Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir".
Ayat ini memberi batasan apa yang dimaksudkan cinta palsu dan cinta sejati.
Tapi dalam agama Kristen tak ada kriteria Cinta seperti itu, seorang penipu dengan bangga bisa berkata dia men Cintai Tuhan. Kami Ingin semua hal ini bisa dipahami dengan baik, agar kita sampai pada suatu kesimpulan segera. Akan tetapi jika Al-Qur’an Menggunakan kata BAPA bagi Tuhan, Itu akan membuktkan kelemahan yang maha besar. Islam tak pernah mengggunakan istilah yang menyesatkan tersebut untuk menyebut Tuhan, Islam menggunakan Istilah yang sangat tepat ketimbang istilah BAPA, sebab kata itulah menjadi dasar untuk menyekutukan Allah. Artinya dengan adanya istilah BAPA maka orang pun menciptakan istilah anak Tuhan, tak ada alasan untuk marah untuk yang sedang membaca, da kata yang lebih baik pengganti kata BAPA yang digunakan Islam ialah kata Rab- -----Sang Pemelihara-------yang mengisyaratkan makna memelihara sejak awal hingga akhir, dan tidak pernah berakhkir.
Islam mengajarkan bahwa Allah memelihara ummatnya terus menerus tanpa ada kata akhir. Tapi Istilah BAPA mengisyaratkan bahwa seorang Ayah akan memelihara Anaknya sampai waktu tertentu saja dan ketika masa itu lampau, sang Ayah pun tak peduli lagi pada anaknya. Selain itu kemampuan seorang ayah memelihara anaknya sangat terbatas hanya pada hal-hal yg bisa dikendalikannya, agaimana tentang hal-hal yang tidak mampu ia kendalikan? Contoh jika si anak sakit belum tentu sang ayah bisa menyembuhkan, sementara Allah yang maha memelihara tidaklah demikian. Karena dia punya kekuasan atas segalanya. Inilah bukti, sebagai ganti istilah BAPA, istilah Rab lebih tepat bagi keagungan Allah, Selain itu istilah tersebutjuga menunjukkan keesaan Allah, sementara Bapa sebagai sumber untuk menyekutukan Allah. Sayangnya doktrin tentang penebsan do’a bisa mengaburkan pikiran orang-orang Kristen. Kalau tidak mereka ragu terhadap kitab injil karena banyaknya ayat buatan manusia, artinya bukan kata-kata Tuhan.
Inti Ajaran dasar agama Kristen jika dipadatkan adalah “CINTA” dan Ajaran dasar agama ISLAM jika dipadatkan adalah Ajaran dasar agamanya ialah TAUHID. Dan antara esensi ajaran Kristen dengan sebutan BAPA, sedangkan esensi ajaran Islam adalah TAUHID yang mencakup keseluhan ajarannya. Dengan Tauhid bukan berarti mangeluarkan Cinta. Karena sejatinya Cinta bermula dari Tauhid. Jika Tauhid tidak di terima selengkapnya dengan Cinta ,betapa tak bermaknanya kata tersebut. Menerima Cinta sebagai ajaran dasar berarti penyangkalan terhadap doktrin Tauhid, atau tidak menerimanya sebagai inti agama. Persoalannya, Tauhid bermula dari cinta dan bukan Cinta bermula dari Tauhid. Tapi jika Tauhid datang dari Cinta, maka Cinta adalah kata tak bermakna. Karena Tauhid akan menghilangkan Cinta Allah. Semata-mata Cinta Kristen adalah palsu, Jika Cinta tak ada dalam islam, sama artinya Cinta tak ada sama sekali di Dunia.. Yang benar adalah tak ada secercah Cintapun dalam agama Kristen. Cinta adalah omong kosong belaka karena tak ada parameter dan bukti nyata. Jika Cinta memang kata mutiara dalam kitab Injil, Tuhan adalah cinta, bukankah itu bukti nyata? Oh, itu tidak ada artinya selain kata-kata semata cinta bisa di wujudkan dalam ukuran yang pasti. Tanpa itu makna cinta apapun tak bisa diterima.
Cinta tidak bisa di ibaratkan antara BAPA dengan anaknya. Sebagian dari mereka mengatakan bahwa Kristen menyebut Tuhan dengan sebutan “BAPA” karena seorang ayah pasti men Cintai anaknya. Ini keliru karena Cinta adalah pengorbanan harta dan hidup, demikianlah yang bisa dikatakan Cinta sejati, karena itu islam menetukan kepatuhan dan pelayanan merupakan inti daripada Cinta, artinya Cinta merupakan kata lain dari pengorbanan. Yakni mengorbankan hidup dan harta bendanya seperti di katakana Al-Qur’an
: [QS Ali’Imran [3.]32] Katakanlah: "Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir".
Ayat ini memberi batasan apa yang dimaksudkan cinta palsu dan cinta sejati.
Tapi dalam agama Kristen tak ada kriteria Cinta seperti itu, seorang penipu dengan bangga bisa berkata dia men Cintai Tuhan. Kami Ingin semua hal ini bisa dipahami dengan baik, agar kita sampai pada suatu kesimpulan segera. Akan tetapi jika Al-Qur’an Menggunakan kata BAPA bagi Tuhan, Itu akan membuktkan kelemahan yang maha besar. Islam tak pernah mengggunakan istilah yang menyesatkan tersebut untuk menyebut Tuhan, Islam menggunakan Istilah yang sangat tepat ketimbang istilah BAPA, sebab kata itulah menjadi dasar untuk menyekutukan Allah. Artinya dengan adanya istilah BAPA maka orang pun menciptakan istilah anak Tuhan, tak ada alasan untuk marah untuk yang sedang membaca, da kata yang lebih baik pengganti kata BAPA yang digunakan Islam ialah kata Rab- -----Sang Pemelihara-------yang mengisyaratkan makna memelihara sejak awal hingga akhir, dan tidak pernah berakhkir.
Islam mengajarkan bahwa Allah memelihara ummatnya terus menerus tanpa ada kata akhir. Tapi Istilah BAPA mengisyaratkan bahwa seorang Ayah akan memelihara Anaknya sampai waktu tertentu saja dan ketika masa itu lampau, sang Ayah pun tak peduli lagi pada anaknya. Selain itu kemampuan seorang ayah memelihara anaknya sangat terbatas hanya pada hal-hal yg bisa dikendalikannya, agaimana tentang hal-hal yang tidak mampu ia kendalikan? Contoh jika si anak sakit belum tentu sang ayah bisa menyembuhkan, sementara Allah yang maha memelihara tidaklah demikian. Karena dia punya kekuasan atas segalanya. Inilah bukti, sebagai ganti istilah BAPA, istilah Rab lebih tepat bagi keagungan Allah, Selain itu istilah tersebutjuga menunjukkan keesaan Allah, sementara Bapa sebagai sumber untuk menyekutukan Allah. Sayangnya doktrin tentang penebsan do’a bisa mengaburkan pikiran orang-orang Kristen. Kalau tidak mereka ragu terhadap kitab injil karena banyaknya ayat buatan manusia, artinya bukan kata-kata Tuhan.
Lalu Injil megatakan betapa cintaya Tuhan terhadap manusia hingga ia mengorbankan anaknya untuk menebus dosa ummat manusia. Apakah ini yang namanya bukti Cinta? Pernyataan Injil itu sebenarnya telah menyangkal pendapat oarng-orang Kristen tentang cinta, karena cinta sang bapak diungkapkan dengan membunuh si anak yang tak berdosa. Tapi Rab merupakan sifat adil terhadap semua orang. Artinya, Dia juga menghukum orang yang dosa karena tak seorang pun yang dapat menanggung dosa orang lain. Al-Qur’an mengatakan:
[Qs Al An’Aam [6].154] Kemudian Kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa untuk menyempurnakan (ni'mat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, dan untuk menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat, agar mereka beriman (bahwa) mereka akan menemui Tuhan mereka.
Tapi Bapa telah membunuh anaknya sendiri jika membunuh dan menyalibkan seorang anak yang tak berdosa adalah sebentuk cinta, ummat islam tak menyentuh cinta yang demikian itu. Agama Kristen semakin banyak yang menyadari agama mereka tidak punya dasar dan prinsip yang kokoh sebagai sebuah agama. Masalahnya doktrin Kristen tak ubahnya seperti jaring laba-laba, begitu rapuh
[QS Al-Fur’qaan [25].1-8]: Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam, …
yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.…
”Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudaratan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) sesuatu kemanfaatan pun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan….
”Dan orang-orang kafir berkata: "Al Qur'an ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu oleh kaum yang lain"; maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kelaliman dan dusta yang besar.….
"Dan mereka berkata: "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang."…
”Katakanlah: "Al Qur'an itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."…
”Dan mereka berkata: "Mengapa rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?,…
”atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya perbendaharaan, atau (mengapa tidak) ada kebun baginya, yang dia dapat makan dari (hasil) nya?" Dan orang-orang yang zalim itu berkata: "Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir."
Tapi Bapa telah membunuh anaknya sendiri jika membunuh dan menyalibkan seorang anak yang tak berdosa adalah sebentuk cinta, ummat islam tak menyentuh cinta yang demikian itu. Agama Kristen semakin banyak yang menyadari agama mereka tidak punya dasar dan prinsip yang kokoh sebagai sebuah agama. Masalahnya doktrin Kristen tak ubahnya seperti jaring laba-laba, begitu rapuh
[QS Al-Fur’qaan [25].1-8]: Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam, …
yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.…
”Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudaratan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) sesuatu kemanfaatan pun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan….
”Dan orang-orang kafir berkata: "Al Qur'an ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu oleh kaum yang lain"; maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kelaliman dan dusta yang besar.….
"Dan mereka berkata: "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang."…
”Katakanlah: "Al Qur'an itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."…
”Dan mereka berkata: "Mengapa rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?,…
”atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya perbendaharaan, atau (mengapa tidak) ada kebun baginya, yang dia dapat makan dari (hasil) nya?" Dan orang-orang yang zalim itu berkata: "Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir."
Kristen sering mengagkat topik bahwa Al-Qur’an sering memuji Injil, Tentu saja Al-qur’an memuji Injil dan kami Kaum Muslimin, percaya pada Injil, Taurat, Mazmur dan semua kitab yang diwahyukan pada nabi. Karena itu yang sekarang bukan Injil, jika seseorang menulis buku dan menamakannya Injil kita tak wajib mempercayainya semata-mata buku itu memang bukan Injil, hanya diberi nama demikian injil menurut Al-Quran bukan yg ada sekarang sebagai contoh ia telah menolak ibunya penolakan ini sama dngan menuduh ibunya murta
[Matius12:46-50]Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia…….” Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau."….”Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?"….”Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!....”Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."
Sementara Al-Qur’an menyebutnya Siddiqa—artinya---benar, bahwa maryam bukan Kafir tapi seorang yang taat dan beriman, dan di Injil yang sama dikatakan bahwa Yesus juga sangat angkuh dulunya kurang ajar pada ibundanya, padahal taurat secara tegas memerintahkan utuk menghormati dan memuliakan ibu. sebagaimana injil mengatakan Yesus terkutuk dan karena keterkutukannya ia disalibkan
[Galatia 3:12-13] Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya…..”Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!
Sementara Al-Qur’an menyebutnya Siddiqa—artinya---benar, bahwa maryam bukan Kafir tapi seorang yang taat dan beriman, dan di Injil yang sama dikatakan bahwa Yesus juga sangat angkuh dulunya kurang ajar pada ibundanya, padahal taurat secara tegas memerintahkan utuk menghormati dan memuliakan ibu. sebagaimana injil mengatakan Yesus terkutuk dan karena keterkutukannya ia disalibkan
[Galatia 3:12-13] Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya…..”Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!
=======Hal80--Al-Qur’an menyebut Yesus sebagai ROH TUHAN dan kata-kata Tuhan dimuliakan di dunia atau dihari kemudian Al-Qur’an :
[QS [3].45] (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),
[QS [3].45] (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),
Yang lebih mengejutkan lagi menurut pendapat Kristen Tuhan terkutuk, bahwa Tuhan telah mengutuk Yesus Kristus pada saat yang sama Kristen mengakuinya sebagai Tuhan dan umat keberatan sama sekali, bagaimana Tuhan yang menjadi sumber segala kebaikan dan kesempurnaan pantas mendapat kutukan? Islam tidak menuhankan Kristus, tapi menyebutnya sebagai manusia dan pada saat yang sama membebaskan dia dri segala dosa dan mengakuinya sebagai orang yang tak pernah bersalah, Sekarang umat Kristen bisa menilai seandiri, manakah yang lebih baik, ‘Tuhan’ yang terkutuk atau manusia yang suci dan tak berdosa.
Komentar
Posting Komentar
harap isi komentarnya